JENIS PARAGRAF

Ada lima macam jenis paragraf berdasarkan sifat dantujuannya, yakni deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

1. Deskripsi
Kata deskripsi berasal dari verba to describe (Ing.) yang artinya menguraikan, merinci, memerikan, melukiskan. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Dengan deskripsi yang baik pembaca dapat dibuat seolah-oleh melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan penulis baik secara inderawi, logika, maupun emosi. Hampir semua jenis wacana secara utuh melibatkan paragraf deskripsi untuk memberikan penjelasan dan ilustrasi atas gagasan-gagasan dalam wacana tersebut.
Berdasarkan kesan atau impresi yang dialami pembaca paragraf deskripsi dibedakan dua, yakni deskripsi ekspositoris dan deskripsi impresionostis. Deskripsi ekspositoris lebih banyak melibatkan kesan berdasarkan logika dan pikiran pembaca. Objek yang memerlukan rincian angka dan ukuran-ukuran detail lebih cocok untuk disampaikan dengan deskripsi ekspositoris. Karena sifatnya yang demikian jenis deskripsi ini sering rancu dengan paragraf eksposisi.
Contoh :
Pertempuran di Atlantik Selatan antara Argentina dan Inggris selama dua bulan lebih itu menelan banyak korban. Inggris kehilangan 228 orang. Termasuk 19 prajurit pilihannya, tiga penerbang, dan dua awak helikopter. Pesawat yang hilang adalah delapan Harrier (lima ditembak jatuh, tiga mengalami kecelakaan) dan sebelas helikopter. Kapal yang menjadi korban tidak kurang dari 17 buah, meliputi kapal perusak, frigat, pendarat, dan kapal peti kemas. Di pihak Argentina paling tidak tercatat 82 tentara tewas, 342 hilang, dan 106 cidera. Korban kendaraan perang Argentina meliputi 19 pesawat dan sebuah helikopter hilang, 5 buah kapal tenggelam termasuk sebuah kapal selam dan perahu nelayan.

Deskripsi impresionistis adalah paragraf yang menguraikan objek dengan tujuan agar memperoleh tanggapan emosional dari pembaca. Biasanya penulis memulainya dengan mengacu kesan indera kemudian merambah kepada keterlibatan emosi pembacanya. Namun, tidak jarang deskripsi impresionistis melibatkan kesan logika terlebih dahulu, kemudian bergerak menimbulkan rasa haru dan melibatkan emosi pembaca.
Contoh :
Ia terlentang seharian di atas trotoar panas itu. Tubuhnya yang tinggal tulang terbalut kulit itu tertutup oleh pakaian kotor dan dekil yang telah robek di sana sini sehingga perutnya yang kempis itu menyeringai dari sela-sela baju. Bau anyir menyeruak dari borok di kedua kakinya yang melebar dengan warna merah kecoklatan bercampur dengan nanah yang meleleh dikerumuni lalat yang berjejal seperti cendol. Setiap arang yang lewat di dekatnya menutup hidung dan menghindar dari bau yang menyengat itu. Sebentar-sebentar ia menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang dipenuhi kudis dengan kukunya yang panjang dan hitam itu meninggalkan baluran-baluran merah memanjang.

2. Narasi.
Narasi (naration) secara harfiah bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau bercerita. Paragraf narasi acapkali mirip dengan paragraf deskripsi. Bedanya, narasi mementingkan urutan (biasanya kronologis), memiliki tokoh, dan terdapat konflik di dalamnya. Walaupun tidak tampak tajam, konflik ini merupakan bagian penting dari sebuah narasi.
Paragraf narasi bukan hanya terdapat pada karya fiksi (cerpen dan novel) tetapi narasi juga dikenal dalam tulisan ilmiah, misalnya biografi atau autobiografi dan analisis proses.
Contoh :
Tahun 1977 Dr. Asvarez dan rekan-rekannya dari universitas California , Berkeley mendapati saesuatu yang aneh. Ketika sedang meneliti lapisan lumpur di Italia-sebagaimana yang mereka lakukan di Denmark sebalumnya-mereka menemukan kandungan iridium berkadar tinggi di antara pembatas dua lapisan lumpur itu. Pada tahun berikutnya kapal peneliti AS Glomar Challenger Two juga menemukan iridium berkadar tinggi di perairan New Mexico bagian utara. Bahan yang hanya bisa ditemukan dalam jumlah sedikit di muka bumi ini diyakini dari pecahan meteorit angkasa luar yang secara perlahan mengumpul sejak jutaan tahun yang lalu.

3. Eksposisi
Paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan penyuluhan/informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi tepat untuk menyajikan pengetahuan/ilmu baru, definisi, pengertian, langkah-langkah, metode, cara dan proses. Sebagian besar buku teks dan pelajaran berbentuk eksposisi.
Contoh : Rokok, alkohol, dan narkotika adalah tiga jenis bahan yang sama-sama dapat mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikhis para pemakainya, walaupun dengan kadar yang berbeda-beda. Penggunaan salah satu dari ketiganya dalam waktu yang lama, sering, dan terus menerus dapat menimbulkan kebiasaan dan meningkat menjadi ketagihan. Zat-zat kimia yang dikandung oleh rokok, alkohol, dan narkotika akan mempengaruhi metabolisme tubuh manusia dan menimbulkan ketergantungan dan kebutuhan fisik. Zat-zat yang menimbulkan ketergantungan fisik ini disebut zat adiktif.
4. Argumentasi
Istilah argumentasi diturunkan dari verba to argue (Ing) artinya membuktikan, atau menyampaikan alasan. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan alasa. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan gagasan, ide, pendapat, konsepsi, atau opini penulis disertai data sebagai bukti dan alasan untuk meyakinkan pembaca atas kebenaran gagasan itu. Dengan argumentasi penulis berusaha mempengaruhi jalan pikiran pembaca agar menerima kebenaran yang dikemukakannya. Proses dalam sebuah sidang peradilan merupakan salah satu contoh perbantahan dan adu argumentasi antara jaksa penuntut dan pembela. Kedua belah pihak ingin membuktikan kebenaran menurut versi masing-masing dengan membawa barang bukti, menghadirkan saksi, dan pengakuan terdakwa atauy yang berperkara sebagai alat untuk meyakinkan hakim agar mengambil keputusan seperti yang diinginkan masing-masing pihak. Simpulan merupakan salah satu ciri argumentasi.

Contoh :
Masih ada solusi yang baik untuk mengatasi polemik kapal ikan di perairan kita. Penambahan jumlah kapal besar di perairan Sulawesi, Maluku, dan Irian tidak perlu diikuti dengan pemindahan kapal kecil ke wilayah lain. Membatasi impor kapal kapal ikan juga kurang menguntungkan jika kenyataannya wilayah perairan kita memerlukan tambahan untuk dapat mengeksploitasi secara optimal. Yang terpenting adalah rasionalisasi jumlah dan ukuran kapal sesuai dangan pemberlakuan wilayah fishing ground dan fishing base.

5. Persuasi
Kata persuasi diturunkan dari verba to persuade (Ing) yang artinya membujuk atau menyarankan. Paragraf persuasi merupakan kelanjutan atau pengembangan argumentasi. Persuasi mula-mula memaparkan gagasan dengan alasan untuk meyakinkan pembaca, kemudian diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca. Beda argumentasi dan persuasi terletak pada sasaran yang ingin dibidik oleh paragraf tersebut. Argumentasi menitikberatkan sasaran pada logika pembaca sedangkan persuasi pada emosi/perasaan pembaca walaupun tidak melapaskan logika. Persuasi yang baik akan diawali atau disertai dengan argumentasi yang baik pula. Sebuah persuasi tanpa argumentasi akan mirip iklan atau akan menghasilkan paragraf yang bombastis. Sebuah persuasi dapat berkembang menjadi agitasi dan provokasi.
Contoh :
Setiap detik penduduk di bumi bertambah lima jiwa. Bisa dipastikan bahwa pertumbuhan penduduk yang demikian pesat akan menjadi masalah global. Bumi tempat kita bermukim ini adalah makhluk terbatas. Mulai dari penyediaan ruang hunian sampai dengan penyediaan sumber daya alam yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, semua pihak harus sadar akan bahaya tersebut. Di satu sisi kita perlu mengendalikan pertambahan penduduk dan di sisi lain kita harus berusaha keras mencari penemuan-penemuan baru untuk memenuhi tuntutan kehidupan yang tak terelakkan tersebut.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: