MENYUSUN SINOPSIS

Menyusun Sinopsis Cerita

Sinopsis cerita adalah ringkasan cerita dengan mengutamakan alur atau plot yang tepat dan menarik dari suatu cerpen, novel, atau drama. Pembuatan sinopsis merupakan salah satu cara memahami karya sastra. Kondisi ini jangan dibalik, yaitu untuk memahami karya sastra dengan cara membaca sinopsis suatu karya sastra. Sinopsis hendaknya dapat memberikan dorongan kepada orang lain (pembaca sinopsis) untuk membaca karya sastra secara utuh. Dengan demikian penyusun sinopsis harus berupaya agar dapat menggerakkan keinginan pembacanya untuk membaca karya sastranya secara utuh supaya lebih jelas dan nikmat daripada hanya membaca sinopsisnya.
Berdasarkan uraian di atas, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sinopsis cerita.
1. Alur atau jalan cerita sebaiknya disusun secara kronologis, minimal terdiri atas pemaparan, klimaks dan penyelesaian. Meskipun cerita aslinya menggunakan alur mundur, sinopsis  menggunakan alur maju.
2. Bahasa yang digunakan adalah bahasa penyusun sinopsis yang mengutamakan aspek komunikatif dan persuasif.
3. Sinopsis harus dapat memberikan rangsangan kepada pembaca untuk membaca naskah aslinya atau menyaksikan pertunjukan drama yang disinopsiskan.

Berikut ini contoh sinopsis dari cerita pendek berjudul “Bulan Mati” karangan Yulius R. Siyaranamual. Cerpen tersebut mengisahkan percintaan “Romeo dan Yuliet” ala Timor.

SINOPSIS CERPEN “BULAN MATI”

Seorang laki-laki bernama Enos dan perempuan bernama Ina saling jatuh cinta. Kedua keluarga, baik dari pihak Enos maupun Ina tidak menyetujui dan menentang keras hubungan mereka. Masalah kehormatan dan adat istiadat membuat jarak panjang yang tak terselesaikan.
Kedua ayahnya mengancam akan membunuh jika mereka masih saling mencintai. Ancaman ini bukan hanya berlaku kepada Enos dan Ina, tetapi juga kepada ayah mereka masing-masing.
Ketika Enos sedang berduaan dengan Ina, muncullah Amalodo, ayah Ina. Dengan rasa benci dan marah yang memuncak, ia menembak Enos hingga tewas. Mayatnya kemudian dibuang ke laut. Kemudian Amalodo meladeni pertarungan di tengah lautan dengan Metekato, ayah Enos. Mereka bertarung dengan cara memancing ikan bersama. Mungkin inilah bentuk “duel” ala mereka. Pemenangnya adalah yang mendapat ikan paling banyak, paling besar, atau yang pertama memperoleh ikan.
Namun sayang sekali saat itu bulan mati sehingga tak ada ikan. Yang terkena kail malah mayat Ina. Rupanya Ina memilih mati menceburkan diri ke laut mengikuti Enos.

2 Komentar

Assalamu’alaikum…
Ijin Copas eah kak…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: